About Me
Posted by koti
Dilahirkan di sebuah desa terpencil di “tlatah” Kabupaten Klaten. Kehidupan masa kecil lebih banyak dihiasai dengan bermain-main lumpur di sawah dan sungai bersama teman sebayanya di kampung. Sangat-sangat menyenangkan memang kehidupan masa kecil itu yah..rasanya ingin lagi kembali ke masa kecil yang dulu, agar terus bisa bermain dan bermain tiada henti. Bermain kapal-kapalan dengan gedebog pisang kala sungai sedang banjir, mencari ikan dan udang di sungai (masihkah ada ikan disana…?), membuat “blumbang” di tepi sungai untuk menjerat ikan, mainan ketapel untuk menembak burung dara tetangga, mainan petak umpet kala listrik belum masuk desa…waduh menyenangkan sekali wis pokoknya.
Secara geografis saya terlahir pada koordinat 462286 mT, 9155772 mS UTM Zona 49 atau 110.65806 BT 7.63741 LS dengan ketinggian 208 mdpl, kalau di intip dari Google Earth kampungku termasuk daerah “kecepit” belum masuk ke Area Free Citra Satelit, karena terletak diantara dua lembar peta citra Kota Surakarta dan Kota Klaten..yah tidak mengapalah…toh tidak ada potensi yang menggiurkan di kampungku ini.

Lokasi Geografis dimana saya dilahirkan
Pertama kali bersinggungan dengan namanya teknologi elektronik adalah saat bertemu dengan alat permainan yang namanya “Gamewatch”, itupun meminjam dari keponakan yang orangtuanya bekerja di Jakarta, masih ingat bener waktu itu hampir semalaman suntuk penasaran untuk bisa menamatkan permainan tembak-tembakan pesawat tempur tersebut sampai-sampai baterei-nya habis.
Selepas lulus SD saya melanjutkan ke SMPN 1 Delanggu, kalau di rata-rata jarak dari rumah mungkin sekitar 10 Km, cukup lumayan juga sebenarnya bersepeda Ferrari pagi dan sore selama 3 tahun, demi menuntut ilmu wajar to..belum lagi kalau sudah ada kegiatan ekstrakurikuler sore, bisa dua kali sehari mondar-mandir ke sekolahan mengendarai Ferrari…
Semasa duduk di bangku SMA kelas III ada tawaran dari Ibu Guru BP untuk mengikuti PSB (Penjaringan Siswa Berprestasi) Universitas Brawijaya, dari sekian jurusan yang ada di Universitas Brawijaya, pilihan akhirnya jatuh kepada Jurusan Teknik Pengairan, itupun setelah bertanya-tanya kepada teman yang kuliah di Teknik Sipil UNS, dari pemikiran dan pertimbangan saya yang masih polos waktu itu (belum ada internet soalnya…) ternyata memang saya tidak salah pilih, akhirnya keterima juga di Teknik Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Sebenarnya keinginan hati ingin kuliah di jogja saja biar dekat teman dan keluarga, akan tetapi dorongan dari Ibu Guru BP dan Orang Tua berhasil jua meluluhkan hati ini.
Setelah beberapa tahun hidup di malang tentunya beragam cerita sudah pernah dilewati dan berhasil dilalui sampai sekarang ini.

.jpg)


